Senin, 16 Agustus 2010

Nasi Goreng Pattaya dan Ikan Asin

blog-1crop.jpg
Baru kali ini gue menikmati sajian nasi goreng pattaya. Itupun karena si empunya rumah makan memberikan nama “Nasi Goreng Selimut Hati” di daftar menunya. Karena penasaran dan bertanya, akhirnya mbak-mbak penunggu rumah makan menjelaskan bahwa sebetulnya itu adalah nasi goreng pattaya. Kebetulan gue juga belum tahu apa itu nasi goreng pattaya. Ya sudah akhirnya gue pesan.
Seperti tampak pada gambar, nasi goreng pattaya adalah nasi goreng biasa. Bumbunya bisa dibilang sama dengan nasi goreng pada umumnya. Bisa ditambahkan dengan potongan sosis, ayam, atau bakso. Yang membedakannya hanya satu, nasi goreng ini dibungkus atau lebih tepatnya diselimuti dengan telor dadar.
blog-1crop.jpg
Bentuknya memang unik. Khusus buat penggemar telor dadar sajian ini sungguh sangat menarik. Selimut telor dadar dibuat sangat lebar hingga mampu membungkus sebagian besar permukaan nasi goreng.
blog-1crop.jpg
Kata orang istilah pattaya memang diambil dari sebuah tempat di Thailand. Tetapi uniknya nasi goreng pattaya lebih dikenal sebagai jenis masakan dari melayu. Satu porsi nasi goreng pattaya atau “Nasi Goreng Selimut Hati” yang gue pesan ini berharga Rp 10 ribu.
blog-1crop.jpg
Di kesempatan lain masih di rumah makan yang sama gue memesan nasi goreng ikan asin seperti gambar di atas. Sama seperti sebelumnya, gue tertarik karena di situ tertera menu “Nasi Goreng Pengin Kawin”. Gue sudah pernah menikmati sajian nasi goreng ikan asin sebelumnya, tetapi karena penasaran tetap gue pesan.
blog-1crop.jpg
Sesuai dengan embel-embel nama ikan asin, nasi goreng ini mengandalkan sensasi rasa asin dari potongan-potongan kecil ikan yang dicampur di dalam nasi saat digoreng. Campuran yang lain bisa bermacam-macam, bakso dan sosis pun bisa. Untuk membuatnya lebih sedap bisa ditambahkan irisan-irisan pipih cabai hijau yang tidak terlalu pedas.
Nasi goreng ikan asin ini dihargai Rp 8 ribu untuk satu porsi. Yang membuatnya lebih murah dari nasi goreng pattaya tentu saja kebutuhan telornya.
blog-1crop.jpg
Nasi goreng pattaya dan “Nasi Goreng Selimut Hati” rasanya masih memiliki hubungan dari segi rupa penyajian. Tetapi nasi goreng ikan asin dengan “Nasi Goreng Pengin Kawin” agaknya masih sulit dicari hubungannya. Terlebih setelah menikmati “Nasi Goreng Pengin Kawin” gue tidak lantas merasakan gairah yang membara terhadap lawan jenis. Mungkin harus diusulkan penambahan bumbu dari ginseng atau akar-akaran lain untuk memberikan sensasi itu :)

Nasi Goreng Pattaya dan Ikan Asin

blog-1crop.jpg
Baru kali ini gue menikmati sajian nasi goreng pattaya. Itupun karena si empunya rumah makan memberikan nama “Nasi Goreng Selimut Hati” di daftar menunya. Karena penasaran dan bertanya, akhirnya mbak-mbak penunggu rumah makan menjelaskan bahwa sebetulnya itu adalah nasi goreng pattaya. Kebetulan gue juga belum tahu apa itu nasi goreng pattaya. Ya sudah akhirnya gue pesan.
Seperti tampak pada gambar, nasi goreng pattaya adalah nasi goreng biasa. Bumbunya bisa dibilang sama dengan nasi goreng pada umumnya. Bisa ditambahkan dengan potongan sosis, ayam, atau bakso. Yang membedakannya hanya satu, nasi goreng ini dibungkus atau lebih tepatnya diselimuti dengan telor dadar.
blog-1crop.jpg
Bentuknya memang unik. Khusus buat penggemar telor dadar sajian ini sungguh sangat menarik. Selimut telor dadar dibuat sangat lebar hingga mampu membungkus sebagian besar permukaan nasi goreng.
blog-1crop.jpg
Kata orang istilah pattaya memang diambil dari sebuah tempat di Thailand. Tetapi uniknya nasi goreng pattaya lebih dikenal sebagai jenis masakan dari melayu. Satu porsi nasi goreng pattaya atau “Nasi Goreng Selimut Hati” yang gue pesan ini berharga Rp 10 ribu.
blog-1crop.jpg
Di kesempatan lain masih di rumah makan yang sama gue memesan nasi goreng ikan asin seperti gambar di atas. Sama seperti sebelumnya, gue tertarik karena di situ tertera menu “Nasi Goreng Pengin Kawin”. Gue sudah pernah menikmati sajian nasi goreng ikan asin sebelumnya, tetapi karena penasaran tetap gue pesan.
blog-1crop.jpg
Sesuai dengan embel-embel nama ikan asin, nasi goreng ini mengandalkan sensasi rasa asin dari potongan-potongan kecil ikan yang dicampur di dalam nasi saat digoreng. Campuran yang lain bisa bermacam-macam, bakso dan sosis pun bisa. Untuk membuatnya lebih sedap bisa ditambahkan irisan-irisan pipih cabai hijau yang tidak terlalu pedas.
Nasi goreng ikan asin ini dihargai Rp 8 ribu untuk satu porsi. Yang membuatnya lebih murah dari nasi goreng pattaya tentu saja kebutuhan telornya.
blog-1crop.jpg
Nasi goreng pattaya dan “Nasi Goreng Selimut Hati” rasanya masih memiliki hubungan dari segi rupa penyajian. Tetapi nasi goreng ikan asin dengan “Nasi Goreng Pengin Kawin” agaknya masih sulit dicari hubungannya. Terlebih setelah menikmati “Nasi Goreng Pengin Kawin” gue tidak lantas merasakan gairah yang membara terhadap lawan jenis. Mungkin harus diusulkan penambahan bumbu dari ginseng atau akar-akaran lain untuk memberikan sensasi itu :)

Cicipi sedapnya nasi padang dan kelezatan kuliner Melayu lainnya Citarasa Melayu terkenal atas paduan rempah-rempah dan sayuran yang aromatik, seperti daun jeruk purut, serai, bawang merah dan bawang putih, jahe dan laos, daun kari, kunyit, belachan (terasi) dan cabai. Kunjungilah kedai makanan Melayu di pusat makanan, dan pilih lauk kesukaan Anda di menu nasi padang, yang menyediakan berbagai variasi daging, ikan, ayam dan sayuran pedas, disajikan dengan nasi. Juga kunjungi Carousel—prasmanan halal di jantung kota, atau restoran Melayu lainnya untuk menikmati Soto Ayam, ditambah pilihan Anda: kentang atau lontong. Duduklah santai sambil menikmati sate sapi, kambing atau ayam yang disajikan dengan bawang, ketimun dan saus kacang yang selalu tersedia. Hidangan khas lain dalam menu makanan Melayu adalah nasi lemak, dibungkus dalam daun pisang dan rendang daging, yang terdiri dari potongan daging sapi yang dimasak dengan aneka bumbu dan rempah. Bahan dasar lain dalam citarasa Melayu adalah belachan atau terasi, seringkali dikombinasi dengan cabai yang diulek untuk membuat sambal belachan yang populer dan berfungsi sebagai saus untuk menambah rasa pada setiap masakan. Baik citarasa Melayu maupun Indonesia tidak ada yang menggunakan babi atas alasan agama, dan umumnya disebut sebagai “makanan halal”. Sebagian besar makanan menggunakan santan untuk mengurangi kepedasan kari. Kelapa yang baru diparut juga digunakan untuk menghiasi kue-kue dan makanan pencuci mulut lainnya. Dessert khas seperti cendol biasanya sangat kaya akan santan dan pasti disuka penggemar makanan manis, sedangkan es kacang adalah suatu dessert yang populer terbuat dari es yang diberi rasa ditambah kacang merah dan jeli. Ayunkan langkah Anda ke kawasan budaya Kampong Glam untuk menyaksikan pemandangannya, lalu akhiri hari di salah satu kedai kopi untuk mencicipi citarasa klasik Melayu yang pedas namun penuh berisi aneka rasa ek